Senin, 17 Maret 2008

Cairo yang Rabi'*

Malam ini aku kembali seperti halnya malam-malamku yang kemarin. Sepi! Setelah sore tadi Aris kembali ke tempat 'kerjanya'. Hanya aku dan Chosim. Rumahku beranggotakan lima orang. Seenarnya enam, namun yang satu belum jelas karena masih di Indonesia. Tersusun dari tiga buah kamar tidur, satu kamar mandi, satu ruangtengah, ruang tamu yang luas, satu buah dapur, dua beranda/balkon. Rumah kami tergolong murah dan asyik. Pada ukuran Cairo sekarang, untuk seukuran rumah kami, sewa perbulannya bisa mencapai 700LE -800 LE. Namun rumah kami cukup 450 LE. Ini karena kami tergolong akad lama. Dan alhamdulillah rumah kami termasuk mafrusyah**. Mulai dari telepon, pemanas air, kulkas, peralatan dapur, tempat tidur, dsb.

Seperti biasanya, dia sibuk dengan komputer dan file-file-nya sendiri. Pun demikian deganku. Hanya browsing, searching dan selancar tak karuan diberbagai situs. Sedangkan ke-tiga teman kamar sebelah, Fauzan-Miftah-Suma, tentu sibuk dengan segala kegiatan organisasinya. Maklum, mereka semua termasuk fungsionaris oragnisasi afiliatif. Jadi walopun kami ber-lima, namun yang dirumah paling banter cuma 2 atau 3 orang saja. Sedangkan mereka selalu pulang malam atau bahkan harus menginap. Karena organisasi.

Sementara angin diluar masih berhembus sedemikian kencang. Memang udara Cairo tidak sedingin bulan lalu. Pada waktu musim dingin (banget). Bahkan kalo sedang puncak sampai 5'C. Itu biasa. Namun aku sering membayangkan temenku, waktu di Jombang dulu, yang kini sedang di Jerman. Bagaimana ya rasanya harus bernafas pada suhu di bawah 0'C?? Hehh...ga bayangin deh!!

Aku jadi berpikir, wah...mending aku dong Yar! Timpalku padanya, waktu kami chating bareng beberapa bulan lalu. Namun demikian, walopun Cairo sedang di musim rabi' (semi), dengan suhu yang relatif sama dengan suhu Indonesia, namun masih banyak menyisakan banyak sekali rahasia di baliknya. Udara yang kelihatannya sangat bersahabat dan enak dipake jalan-jalan, namun kalo kita tidak pandai mengatur diri malah sakit yang bakal kita dapat. Banyak sekali dari temen-temenku di Cairo yang 'harus' sakit dikala musim pergantian seperti ini. Seolah sudah dijadikan 'trend'. Sebagaimana aku saat ini. Beberapa hari terakhir ini keadaanku not on top perform. Oleh karenanya, sebisa mungkin aku membatasi sebagian aktifitas luar rumahku. Termasuk acara main basket bareng anak-anak Gamajatim, untuk persiapn Minang Cup, kemaren. Tapi kalo kegiatan in door masih bisalah kulakukan. Seperti halnya memasak, bersih-bersih, dsb.

Sejurus kemudian, ahh....kenapa aku ga' coba nge-blog dan corat-coret kayak doeloe lagi ya? Itu yang terlintas di benakku. Dulu emang pernah sich sok bisa nulis di blog. Namun karena (dasar) aku orangnya cepet bosen, ya...aku tinggalin begitu aja. Namun keinginan nge-blog itu muncul lagi. Lalu lahirlah blog ini. Dan kucoba untuk meluapkan apa yang ada dalam diriku.


(*) Rabi : musim semi
(**) mafrusyah : lengkap

Tidak ada komentar: