Sore ini cairo begitu bersahabat. Panas mentari tidak menyengat. Tiupan angin bikin kelopak mata serasa ingin terkatup. silir..rr!!
"Aku ingin foto..."
"Untuk paspor ya?"
"Iya!"
Jrek..kk!! Dengan cekatan tukang foto membidikkan lensa kameranya, sebagaimana biasanya.
"Kapan mbak aku bisa ambil?" Sambil kuulurkan selembar 10.00 LE padanya.
"Besok sore mas, jam lima sore!" Jawabnya sembari memberikan selembar faturoh padaku.
Rencanaku sekarang tinggal ke Hadar el-Tuny, Yosef el-Abbas. Aku mau mbenerin kakiku yang sudah lama terasa ga enak buat aktifitas. Terlebih untuk basket, padahal itu olah raga kegemaranku.
"Pak kiri..!!" Teriakku pada kumsary angkot.
Sembari kususuri trotoar jalan, kutelpon Muslihan. Dia adalah temenku yang sering menolong aku.
"Mus...dimana rumahnya, aku sudah sampe Hadar el-Tuny?"
"Kamu dimana sekrang?"
"Aku lagi jalan dari masjid al-Fath kepertigaan Smile. Ya udah aku tungu di sebelah penjual bunga ya..!"
"Ya sudah.., aku langsung kesana!"
Kututup telponku dan kuletakkan pantatku di halte KRL.
Sejenak kemudian, kudengar suara yang memanggil-manggil suaraku. Aku tolah-toleh mencarinya, ternyata suara Muslihan dari arah belakangku. Aku diajak menyusuri gang-gang kecil diantara banguna-bangunan '80-an. Tak lupa aku membeli camilan untuk dirumah nanti.
"Yuk masuk Ad..."
"Hhm..ini to rumahnya, lumayan juga" Gumamku.
"Ntar ya, aku mo Sholat Asyar dulu.."
"Ya.., eh Mi' gimana kabarnya?" Kusapa Fahmi yang sedari tadi asik melototi streaming Naruto di PC-nya.
Kulihat Muslihan telah selesai sholat.
"Gimana Mus, sekarang..?"
"Ya ayo...!"
Segera kupersiapkan diriku, aku pakai sarung hijau yang nglumbruk di kursi.
"Apa yang kamu rasakan..?"
Kuterangkan padanya hal-ihwal kakiku. Termasuk rasa sakit dipinggangku yang kudapat kemaren waktu di NU GAMES. Kurasakan Muslihan mengoleskan minyak urut di kakiku. Menekan, memijat, mengurutkan setiap urat dikakiku. Sering kali kumenahan nafas dan suaraku karena rasa sakit akibat dipijat.
"Aduh..aduh, sakit Mus"
"Ya namanya juga mertombo...namanya jamu itu ya pahit!" Jawab Muslihan yag sok-berfilsafat.
"Sudah....coba kamu buat jalan biasa. Apa yang kamu rasakan?"
"Ga ada apa-apa kalo gini, aku ngerasa sakit itu kalo habis duduk lama, kakiku kulipat lalu kalo berdiri aku pasti pincang." Terangku padanya.
"Ya udah, isyaalloh aku ntar senin ke rumahmu, ntar kulihat lagi."
Alloo..hu akbar, alloo..hu akbar!! Adzan isya' telah berkumandang. Kami semua jalan bareng ke Masjid sebelah untuk menunaikan sholat isya'. Jam telah menunjukkan jam 20.30. seusai sholat isya' aku langsung pulang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar