Kehidupan memang terus mengalir. Ada siang ada malam. Ada sedih ada senang. Ada pergi ada datang. Silih berganti sesuai dengan kodratnya. Pun demikian hal yang mengenai aku hari ini.
Dulu kubeli karena aku ikut kerja sampingan. Nah karena posisi rumahku dan tempat kerjaku dekat, untuk ukuran naik kendaraan, tapi jauh bila harus jalan kaki. Makanya aku beli sepeda saja. Sekalian sepeda yang agak lumayan keren. Kubeli kurang lebih 150$. Itu dari hasil kerjaku yag aku kumpulkan. Akhirnya kudaptkan juga.
Untuk urusan jalan-jalan sore, naik trotoar, ga pernah kena macet. Dia adalah jagonya. pernah juga waktu malam, kurang lebih jam 01.30 dini hari, aku gunakan dia untuk melawan dan mengejar anjing-anjing malam yang selalu berkeliaran di jalan-jalan. Seneng banget rasanya!
Namun mulai hari ini, agaknya aku harus bisa melupakannya. Walopun ga harus menghapus dia dari otakku. Namun setidaknya, aku sudah tidak bisa lagi bersepeda sore, mengejar anjing di malam hari, naik trotoar dll, bareng dengannya. Hari ini ada salah satu temenku yang berminat membelinya. Sebenarnya sudah lama aku ingin menjualnya. Waktu itu aku mo berangkat haji, jadi butuh duit yagn ga sedikit. Namun agaknya rizki itu baru datang hari ini. Dan tadi pagi temenku membawanya.
"Daripada ga ada yang mo beli, dan aku kadang juga sudah merasa jenuh dengan sepeda itu. Ditambah ada yang mo beli, ya sudah kulepas saja. Lagian lumayanlah buat tambah-tambah bayar telpon rumah, internet, dan mbenerin kipas angin." Pikirku.Karena musim panas tanpa kipas angin, sama dengan ga munkgin, he..he..!!
Siang hari ada temenku yang mo make sepedaku.
"Ad sepedanya kupake ya..?"
"Pake aja!" Jawabku enteng.
"Kok ga ada..., kemana?"
"Dipake anak-anak kali..."
"Wong seedanya dah laku kok, masih di cari..." Celetuk temenku yang satunya.
"Ooo...dasar!!"
"He..he..he..!" Aku hanya teekekeh melihat hal itu.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar