Kamis, 26 Juni 2008

Verna itu telah dalam 'genggamanku' I

Akhirnya Verna 1500 CC itu telah dalam tanganku. Setelah sedari pagi nuggu di bawah flat, molor sampe satu jam. Padahal janjinya mobil itu bakal diantar jam 08.00. Emang sih, ini pertama kalinya aku pegang mobil. Ya, hari ini aku mo belajar mobil. Sedari kemaren aku udah berangan-angan terus. Gimana ya rasanya nyetir mobil itu? Tepatnya empat hari yang lalu. Ketika Sanee nawariku belajar mobil. Mumpung lagi senggang aja.

Kuingat setahun yang lalu. Waktu itu Sanee lagi nganter temen Thailand kebandara. Baliknya kan denganku dan kawan-kawan dia. Tengsin juga sih, masak malah cewek yang bawa. Habis gimana lagi, aku juga ga bisa, daripada maksain diri ntar 'nyium' mobil lain ato trotoar. Bahkan saking pengin bisanya, aku sempat coba-coba melihat sopir angkot mengemudi.

"Gimana,mo belajar dimana nih?" tanya Sanee padaku.
"Ya aku sih ngikut gurunya aja lah." Selorohku.
"Ya kali aja mas tahu tempat yang sepi."
"Gimana kalo di areal pasar mobil, ato kalo ga gitu di jalan tembus Distrik 8?" Coba kutawarkan.
"Ya terserah mas lah."
"Ya udah lah, dijalan belakang Distrik 8 saja lah, biar sekalian praktek dijalanan."

Setelah mengisi bensin dan menurunkan temenku yang nganar mobil tadi aku dan Sanee langsung menuju kesana. Jalanan yang lumayan sepi, lebar, ada belokannya. Pokoknya enak banget dan pas banget deh buat belajar nyetir mobil. Apalagi bagiku yang, jujur aja ya, masih awam banget dalam hal bawa mobil. Emang sih, banyak temenku yagn bilang, nyetir mobil itu persis kayak naik sepeda motor laki. Kalo udah bisa naik sepeda motor laki, pasti udah bisa nyetir mobil. Hampir semua temenku yang bisa nyetir mobil bilang gitu. Namun karena aku emang belum pernah bawa mobil, hanya bisa ngebayangin saja. Lagian, kupikir kalo sepeda motor kan yang perlu kita ukur ga sebanyak mobil. Dimana mobil ada buntut dan moncongnya. Jadi harus mikir depan belakang, kanan dan kiri. Apalagi kalo sampe kejebak macet.

Kini aku telah duduk dibelakang kemudi. Kudengarkan Sanee memberikan petunjuk-petunjuk padaku.
"Gimana mas udah paham dan siap?"
"Insyaalloh.." Jawabku mencoba meyakinkan diriku sendiri.
"Ya udah nunggu apa lagi, starter dong...!"
Ceerrsss...grreengng...ngng!! Kuinjak pedal kopling dalam-dalam. Lalu kumasukkan kegigi satu. Namun karena masih pertama, nginjek pedal gasnya langsung gede banget dan ga imbang dengan kopling. Mobilpun langsung mati.
"Tenang aja mas, coba mulai lagi. Usahakan antara melepas kopling dengan injakan gas itu seimbang."
"Ok..!!" Jawabku pendek.

Kucoba untuk men-stater lagi. Kuinjak pedal kopling dan kumasukkan kegigi satu. Kulihat kanan kiri, belakang kalo-kalo ada mobil. Setelah kupastikan ga ada, perlahan kulepaskan pedal kopling dan kuinjak perlahan pedal gas. Perlahan dan kuusahakan secara berimbang. Perlahan mobilpun maju kedepan. Ada semacam kesenangan, kepuasan dan hal yang ga bisa kutuliskan disini tentang perasaanku kala itu. Karena baru pertama kali ini aku coba bawa mobil.

Kucoba terus fokus pada kaki dalam mengendalikan kopling dan gas. Tanganku erat dikendali. Mataku jelalatan ditiga penjuru kaca spion. Kalo-kalo ada mobil yang mo mendahuluiku dan sebagainya. Sementara Sanee disisiku terus memberikan arahan agar tetep fokus, lihat jalan, jangan lupa lampu sein klao mo belok, dsb.

Takterasa, jam sudah mengarah diangka 10.45. Berarti aku telah menghabiskan masa hampir dua jam untuk belok kanan, kiri, memutar, kopling, perpindahan gigi, serta berusaha mencari celah kala ingin belok, dll.
"Gimana San, kita berhenti sebentar ya?"
"Boleh mas.., mas capek ya?"
"Ga juga seh.."
Lalu kutepikan mobil desebelah Cairo International School. Dimana Kaka Bella dan Mas Kiki bersekolah. Mereka adalah anak-anak tetanggaku yang selalu menolongku.

"Sebentar ya mas..." Sejenak kulihat Sanee menuju warung kecil untuk beli minuman. Sementara itu kuambil agar-agar yang kubuat semalam. Lagian emang sedari pagi aku belum sarapan.
"Yuk San..." Kutawarkan sendok satunya untuknya. Kami minum dan makan agar-agar sembari istirahat. Walopun kurasa agar-agar yang kubuat terlalu kebanyakan air, tetep saja kumakan. Setelah kurasa cukup kucoba starter Verna lagi. Berhubung depanku ada mobil parkir, jadi aku harus mundur. Sekalian praktek.

Gigi kuarahkan pada 'R'. Perlahan kulepaskan kopling dan kuinjak gas dengan perlahan. Aku dan Sanee telah melaju lagi dijalanan. Kutelusuri jalanan yang tadi. Termasuk aku ajak Sanee melihat flatku yang dulu. Sebelum aku pindah diflat yang sekarang.
"Gimana San..?" Aku meminta pendapat Sane mengenai cara mengemudiku.
"Ya udah bagus mas..., tapi mas kudu fokus dan hati-hati. Jangan sampai mobil jalannya belok-belok."
"Trus...?"
"Trus..., habis ini kita langsugn ke jalan raya!"
"Kejalan raya San.., sambil kutoleh sani?!" Aku seperti tak percaya. Ada sedikit rasa canggung dan nervous. Belum lagi ngebayngin cara mengemudinya orang-orang mesir yang semaunya sendiri. Hii..., ngeri juga sih!!
"Ya gimana mau bisa kalo mas ga pernah coba dulu." Sanee menambahi omongannya, yang sarat akan tantangan dan dorongan agar aku mau melakukannya.
"So kemana kita sekarang?" Tanyaku sembari memantapkan diriku.
"Ke Kuliyah Banat."

Tanpa kujawab lagi, kuarahkan mobil kejalan raya. aku mulai membayangkan apa yang bakal aku alami ntar. Namun aku tetep fokus dengan kemudiku. Hanya rasa ingin bisa mengemudi yang selalu mendorongku unutk memberanikan diri menjalankan Verna di jalan raya...

Sabtu, 21 Juni 2008

summer trip...


mentari kian membumbung. thermometer raksa merah di kamarku menunjukkan angka 40'C. padahal baru jam 12.00 siang. bisa kubayangkan suhu udara ini disaat dua sampai tiga jam mendatang. karena aku sudah lumayan terbiasa dengan ini semua.ato saat jam 21.oo ntar. padahal waktu itu saat yang asik buat lihat gelaran euro 2008 austri-swiss, bareng kawan-kawan.

ya..., masa-masa ujian telah berakhir. sehingga gelaran euro 2008 kali ini sama sekali ga ganggu 'perjuangan kami'. kali aja event organizern-ya udah memperkirakan biar ga ngeganggu yang lagi ujian, he.he.he.he.!!

walopun pana-panas, namun acara nobar dirumahku tetep rame aja. lihat di channel al-jazeerah sport+1. dengan dukungan sony 3 System/Dual Dinamic Sound 21 inch. sudah cukup membahana dan bikin suara kian riuh rendah.

setelah ujian biasanya kami pada rihlah (jalan2). ada yang ke pantai, ke gunung, ato sekedar mancing di Nil. namun sering kali temen2 menawarkan jalan2 dengan system paket. semisal Saint Catrine (Tour Sina), Sarm el-Seikh (pantai), dll! ada juag yang balik ke indonesia, namun itu bagi temen-temen yang berduit. kalo kayak aku, karena ga ada doku, ya mending menikamti sepuasnya setiap jengkal dari negeri warisan musa-firuan ini aja.

emang sih..., aku udah pernah ke saint catrine. bahkan ilang di Sinai pun juga pernah. bahkan hampir di tahan oleh polisi perbatsan. gara-gara surat jalan dari temenku ada yang kurang. namun beruntung kami bisa lepas dari singa-singa gurun itu.

rencanaku sendiri, untuk liburan ini, aku mo di alexandria aja deh. kalo sepuluh hari disana, kuras sudah cukup 'kenyang'. sebenarnya aku telah kesana, setidaknya, 3 kali. namun itu hanya jalan-jalan singkat sehari. kalo 10 hari kupikir akan sangat berbeda banget bukan? ntah...aku sendiri juga belum tahu apa yang bakal kulakukan disana. yang jelas pantai yeng berkelok menyusuri jalanan kota, taman kota yang asri, perpustakaan raksasa yang view laut, dan masih banyak hal lagi. tentu itu bisa untuk mengenyangkan otak dan perasaan ini.

ada yang mo ikut...??