Selasa, 29 Juli 2008

San Stefano I

Pagi-pagi sekali aku dan konco-koncoku pergi kepantai. Aku mo mandi sekalian menjemput temen-temen yang semalam berangkat dair Cairo. Lewat pasar Ashafra dan menyeberangi rel kereta api, itu jalan yang hraus kutempuh kalo ingin kedaerah Bahriy. Oh ya, untuk asramaku masuk didaerah Ibly.

Semburat mega diterjang matahari pagi. Kuning berpaduan dengan langit biru. Hembusan angin pantai pagi yang meraba kulit. Lekukan garis pantai, dengan barisan gedung yang siap menerima sapaan angin laut setiap saat. Jerit dan tawa bahagia telah berbaur dengan deburan ombak pagi. Satu persatu temen-temenku menceburkan dirinya kelaut. Sementara kutahan diriku untuk berennang. Aku masih asik mengamati laut, langit, orang-orang yang berenang dan suasana pagi yang elok.

Keingin akan sentuhan air telah begitu kuat dalam dadaku. Kemudian kulepas pakaianku, kuganti dengan pakaian renangku. Dan byuurrr..rr!!! Hhaaahh..hhh, rasa segar dan sejuk begitu mengelus semua pori-poriku. Ternyata memang enak juga mandi dipantai dipagi hari. Pantas, sudah banyak penduduk yang mandi kala kudatang tadi.

Pukul delapan, kami semua pulang ke asrama. Sudah waktunya sarapan. Sementar aku dan Ali beli ta'meyya dan sawabe' untuk 'teman' kala sarapan nanti. Sempat, saat masuk asrama, kami semua ditanya penjaganya. Kami jawab kami dari pantai. "Ya sudah, makan sana sudah waktunya futur. Kulihat temen-temen sudah pada tabur. Menu sarpan pagi ini;
- full - lamun satu butir
- 2 eisy - jubna satu potong
- halaweyyat
Namun kutadi telah beli ta'meyya, jadi santai aja. Oh ya, kalo sarapan pagi, kami ada secangkir teh anget, manis dan pekat bagi yang menginginkan. Uuhh enaa...kkk banget!! Sarapanku kali ini barneg dengan para mas'ul. Bahkan pada waktu aku mengambil jatah sarapanku tadi, qoid muaskar bilang, kalo kalian makannya molor maka kamipun juga molor. Demikian terangnya pada kami yang agak telat dari jadwal. Memang, waktu makan mas'ul dan pengasuh asalah setelah semua peserta muaskar mendapat jatah makan. Kalo ada yang belum mendapat jatah, maka mereka belum mulai makan. Betul-betul sebuah hal yang patut dicontoh.

Selesai sarapan aku naik kekamar, namun karena jam sudh menunjukkan pukul 09.00, maka sekarang waktunya kamar dibersihkan. Dan semuanya harus keluar dari kamar, tak terkecuali. Kami semua keluar kamar, sementara aku and the gank memilih duduk-duduk dibawah pohon di halaman depan. Menikmati semilirnya angin menjelang siang hari, sembari main kartu.

Pukul 11.30, aku dan Asep jalan ke Bibliotheca Library of Alexandria. Sebenarnya aku sudah dua kali masuk ke perpustakaan yang konon terbesar didunia ini. Namun rencanaku kali ini untuk mencari Peta Alexandria. Dengan peta itu, kelak aku akan menlusuri Alexandria. Kami ke perpustakaan naik angkota. Kami harus jalan kaki, kira-kira 1 km, karena angkota itu tidak lewat jalur biasanya, namun lewat jalur belakang. Namun bagikuitu tidak jadi masalah. Malah aku begitu menikmatinya. Jalan disepanjang trotoar yang bersih, menyusuri kuburan Kristen Koptik dengan cuaca yang bersahabat. Adalah hal yang sempurna.

Begitu peta kudapat, aku langsung membuka peta itu dimeja parpustakaan. Tak sabar aku mempelajari jalanan yang bakal kutelusuri guna mendatangi semua objek yang ada. Setelah kurasa cukup, aku pulang. Semsampai di asrama, aku segera makan siang. Sempat juga dimarahi karen alagi-lagi aku telat dari jadwal makan yang telah ditetapkan. Bahkan dalam benaku, andaia aku ga dikasihpun, aku siap dan legowo. Karena emang aku yang salah. Namun, alhamdulillah, ternyata kalo emang udah rizki kita, ga bakal lari kemana. Aku bisa makan siang sepuasku, sembari menahan senyum dengan Asep.

Sore harinya, kuterbangun dari tidurku. Kulihat teman-teman telah main-main di lapangan. Ada yang main sepak bola, basket dan bola volly. Aku jadi ingin banget main volly. Ternyata ada lomba antar kelompok muaskar. Sampai akhirnya kami, dari kelompok Muaskar Othman bisa masuk final, melawan Muaskar Omar. Untuk pemain Muaskar Othman, semuanya dari Indonesia. Sedangkan Muaskar Omar didominasi oleh para pemain dari Uzbekistan. Jadi partai final ini bisa dikatakan Indonesia VS Uzbekistan. Dan kamilah, Muaskar Othman, yang menjadi pemenang.

- ta'meyya : sejenis ba'wan
-
sawabe' : kentang goreng (stick)
- futur : sarapan
- tabur : antri
- full : kacang yang digiling
- lamun :
jeruk lemon
- jubna : keju
- halaweyyat
: sejenis manisan
- qoid muaskar : ketua muaskar


1 komentar:

mwiyono mengatakan...

Kunjungan pagi ini, sambil baca baca sekalian mencari backlink