Cahaya dan bau laut telah menerobos jendela atas ranjangku. Silir dan segar. Hari ini adalah hari keduaku di Alexandria, dimana akan dilaksanakan pembukaan. Katanya sich, pembukaan akan dihadiri oleh Grand Syeikh Al Azhar, Wazirotul Auqof, Gubernur Alexandria beserta rombongan. Kuseruput teh yang tadi telah kubuat, sembari kuhirup kuat-kuat aroma laut yang menggugah rasa.
Pukul 09.30 kami semua disuruh turun ke aula, karena sebentar lagi acara akan dimulai. Begitu keterangan mas'ul pada kami. Setelah mempersiapkan diri, aku dan teman-teman turun kelantai dasar. Disana telah tertata rapi kursi-kursi yang berbaris, tiap deret, rapi dari depan ke belakang. Dengan sebuah meja memanjang diantara keduanya. Dan diakhir barisan, didinding menempel gambar Presiden Muhammad Husni Mubarok, dengan karismanya. Sementara didepan, sebuah meja dengan taplak warna biru, berhiaskan bunga-bunga lengkap dengan speakernya, untuk Grand Syeikh beserta rombongan. Dengan sebuah lafal Alloh, berbingkai besar, menjadi backgroundnya. Sementara disisi kiri panggung, ada sebuah kursi dengan sebuah speaker, nampaknya itu untuk qori' Al Quran.
Telah dua jam aku menunggu mereka, namun belum juga ada tanda-tanda mereka hadir. Aku lebih banyak menguap dalam masa dua jam itu. Sementara teman-teman ada yang foto-foto, bincang-bincang, bahkan ada yang tidur-an dengan tangan sebagai bantal. Pasti mereka juga merasakan jenuh, sebagaimana yang aku rasakan.
Sampai akhirnya, plokk...plokk..plokk..!! Masul memberitahukan suapaya semuanya tenang dan
kembali ketempat masing-masing. Nampak mata-mata sayu dan malas, dari mereka yang tadi sempat tertidur, terjaga. Namun mereka dan aku tak ada pilihan. Sebisa mungkin mata ini tetap terbuka, menyambut rombongan. Nampaknya Grand Syeikh beserta rombongan telah hadir. Tak berapa lama kemudian, Grand Syeikh Al Azhar beserta rombongan memasuki ruangan. Nampak rombongan Grand Syeikh dari berbagai kalangan, ada yang dari masyayikh AL Azhar, insan press, pejabat pemerintahan dan lain-lain. Sementara yang duduk dimeja depan, dari sebelah kiri, Wazirotul Auqof - Hamdi Zaqzuq, wakil dari Majlis A'la (siapa sich namanya?), Grand Syeikh Al Azhar - Muhammad Sayeed Tanthowi, Gubernur Alexandria - Adel Labib. Sementara Dosen Ushuluddin sekaligus moderator acara - Dr. Zakky Awwad duduk disebelah panggung beserta rombongan. Yang didaulat sebagai qori' Al Qur'an, Husni dari Indonesia. Memang bener kata temenku, selalu orang Indonesia yang dipilih untuk qori' di sesi pembukaan. Apalagi ini yang hadir adalah 'kalangan atas'.
Bahkan pernah, pada acara Grand Opening of Al Azhar International Park, pun mereka (orang-orang mesir) meminta bantuan dari teman-teman Indonesia untuk berpartisipasi didalamnya. Acara itu disiarkan live di Channel 3 Mesir. Bahkan host acara tersebut-pun sempat ga percaya kalo suara orang Indonesia bisa sebagus itu. Mulai dari situlah, hampir setiap acara yang bertaraf internasional di Mesir, Indonesia menduduki opsi yang pertama untu fungsi ini.
Acara pembukaan sediri hanya berlangsung satu jam. Begitu acara berakhir, applause dari para peserta muaskar menggema. Banyak dari teman-teman yang mencoba untuk foto bersama mereka. Apalagi dengan Grand Syeikh Al Azhar. Namun nampaknya scurity rombongan menyadari hal itu, sehingga mereka lebih cepat bertindak untuk menghalanginya. Sementara aku sendiri lebih memilih untuk naik kekamar, punggung dan mata ini berat rasanya untuk duduk lebih lama lagi. Langsung kuhempaskan tubuhku keranjang. Ughh...enak...kk banget!
Pada malam hari ada nadwah, yang disampaikan oleh Dr. Ahmadi Nur. Acara tersebut selesai pada pukul 21.30. Sebenarnya temen-temen ngajak jalan-jalan keluar, sekedar membeli buah ato apalah. Namun aku malas banget, jadi aku hanya titip beberapa barang saja. Diantaranya bateray, karena kuyakin besok free, ga ada acara. jadi waktu itu akan kugunakan untuk jalan-jalan menyusuri jalanan Alexandria. Utamanya mencari peta Alexandria untuk memudahkanku dalam penyusuran.
Wazirotul Auqof : Kementrian Wakaf
qori' : Pembaca
nadwah : Simposium
Pukul 09.30 kami semua disuruh turun ke aula, karena sebentar lagi acara akan dimulai. Begitu keterangan mas'ul pada kami. Setelah mempersiapkan diri, aku dan teman-teman turun kelantai dasar. Disana telah tertata rapi kursi-kursi yang berbaris, tiap deret, rapi dari depan ke belakang. Dengan sebuah meja memanjang diantara keduanya. Dan diakhir barisan, didinding menempel gambar Presiden Muhammad Husni Mubarok, dengan karismanya. Sementara didepan, sebuah meja dengan taplak warna biru, berhiaskan bunga-bunga lengkap dengan speakernya, untuk Grand Syeikh beserta rombongan. Dengan sebuah lafal Alloh, berbingkai besar, menjadi backgroundnya. Sementara disisi kiri panggung, ada sebuah kursi dengan sebuah speaker, nampaknya itu untuk qori' Al Quran.
Telah dua jam aku menunggu mereka, namun belum juga ada tanda-tanda mereka hadir. Aku lebih banyak menguap dalam masa dua jam itu. Sementara teman-teman ada yang foto-foto, bincang-bincang, bahkan ada yang tidur-an dengan tangan sebagai bantal. Pasti mereka juga merasakan jenuh, sebagaimana yang aku rasakan.
Sampai akhirnya, plokk...plokk..plokk..!! Masul memberitahukan suapaya semuanya tenang dan
Bahkan pernah, pada acara Grand Opening of Al Azhar International Park, pun mereka (orang-orang mesir) meminta bantuan dari teman-teman Indonesia untuk berpartisipasi didalamnya. Acara itu disiarkan live di Channel 3 Mesir. Bahkan host acara tersebut-pun sempat ga percaya kalo suara orang Indonesia bisa sebagus itu. Mulai dari situlah, hampir setiap acara yang bertaraf internasional di Mesir, Indonesia menduduki opsi yang pertama untu fungsi ini.
Acara pembukaan sediri hanya berlangsung satu jam. Begitu acara berakhir, applause dari para peserta muaskar menggema. Banyak dari teman-teman yang mencoba untuk foto bersama mereka. Apalagi dengan Grand Syeikh Al Azhar. Namun nampaknya scurity rombongan menyadari hal itu, sehingga mereka lebih cepat bertindak untuk menghalanginya. Sementara aku sendiri lebih memilih untuk naik kekamar, punggung dan mata ini berat rasanya untuk duduk lebih lama lagi. Langsung kuhempaskan tubuhku keranjang. Ughh...enak...kk banget!
Pada malam hari ada nadwah, yang disampaikan oleh Dr. Ahmadi Nur. Acara tersebut selesai pada pukul 21.30. Sebenarnya temen-temen ngajak jalan-jalan keluar, sekedar membeli buah ato apalah. Namun aku malas banget, jadi aku hanya titip beberapa barang saja. Diantaranya bateray, karena kuyakin besok free, ga ada acara. jadi waktu itu akan kugunakan untuk jalan-jalan menyusuri jalanan Alexandria. Utamanya mencari peta Alexandria untuk memudahkanku dalam penyusuran.
Wazirotul Auqof : Kementrian Wakaf
qori' : Pembaca
nadwah : Simposium



Tidak ada komentar:
Posting Komentar